Monday, February 8, 2016

Benarkah Jamaah Yang Makan Bawang Dapat Ganggu Malaikat di Masjid


Tahukah Anda - Memasuki sebuah masjid untuk salat berjamaah atau aktifitas ibadah lainnya memang sangat dianjurkan dalam Islam. Tidak hanya manusia, malaikat pun memenuhi masjid-masjid dunia dengan tujuan mendoakan orang-orang yang beribadah di dalamnya.


Selain membuka alas kaki, masih banyak adab masuk ke masjid yang jarang diketahui. Ternyata orang yang memakan bawang baik merah ataupun putih tidak diperbolehkan mendekati masjid.

Meski salat berjamaan di masjid sangat dianjurkan, namun Rasulullah SAW justru menyuruh umatnya yang makan bawang untuk beribadah di rumah saja. Hal ini dianggap akan mengganggu keberadaan malaikat di masjid. Bagaimana bisa? Berikut ulasannya.

Malaikat senantiasa berada di dalam masjid dan mendoakan orang-orang yang berada di dalamnya. Makhluk Allah SWT yang tercipta dari nur atau cahaya ini senantiasa bershalawat memohonkan ampunan kepada hamba yang berada di dalam masjid.

‘Sesungguhnya jika seorang hamba duduk di masjid setelah melaksanakan shalat, maka para Malaikat akan bershalawat untuknya, dan shalawat mereka kepadanya adalah dengan berkata: ‘Ya Allah, ampunilah ia. Ya Allah, sayangilah ia.’ Jika ia duduk untuk menunggu shalat, maka para Malaikat akan bershalawat kepadanya, shalawat mereka kepadanya adalah dengan berdo’a: ‘Ya Allah, ampunilah ia. Ya Allah, sayangilah ia.’” (HR Imam Ahmad).

Namun aktivitas mulia ini seketika terganggu dengan kehadiran orang-orang yang memakan bawang ke saat akan ke masjid. Itulah mengapa Rasulullah SAW melarang umatnya mendekati masjid jika sebelumnya mereka mengkonsumsi makanan ini. Rasulullah menyarankan mereka untuk salat di rumah saja.

“Artinya : Barangsiapa makan bawang putih atau bawang merah, maka janganlah ia mendekati masjid kami dan hendaklah ia shalat di rumahnya, karena sesungguhnya para malaikat itu juga terganggu dengan apa-apa yang mengganggu manusia” [Al-Bukhari, kitab Adzan 854, Muslim, kitab Al-Masajid 564]

Hal ini disebabkan karena aroma bawang baik bawang merah, bawang putih atau kuras (daun bawang) dapat mengganggu orang lain yang sedang beribadah kepada Allah. Gangguan berupa bau tidak sedap itu tentu saja mengganggu kekhusyukan sebagian besar jamaah shalat.

Seperti diketahui bahwa apa yang dapat mengganggu manusia sebenernya juga mengganggu para malaikatnya. Seperti hadist yang diriwayatkan Bukhari berikut ini. 

“Artinya : Sesungguhnya para malaikat itu juga terganggu dengan apa-apa yang mengganggu manusia” [Al-Bukhari, kitab Al-Adzan 854, Muslim, kitab Al-Masajid 564]

Hadist di atas menunjukan bahwa makruhnya seorang mukmin untuk mengikuti salat berjamaah karena bau dari bawang tersebut. Jika terlanjur memakannya, maka wajib bagi orang tersebut untuk menghilangkan baunya semaksimal mungkin sebelum berangkat menuju masjid. Namun memakan bawang dengan tujuan untuk meninggalkan salat berjamaah juga terlarang dilakukan. Hal ini hanya akan menambah daftar dosa yang mengantarkan kita ke neraka.

Namun bukan berarti bawang di haramkan untuk dikonsumsi. Akan tetapi, Nabi Muhammad mengajarkan umatnya agar berada dalam kondisi terbaik jika sedang beribadah kepada Rabb-Nya.

Ternyata tidak hanya bawang, para ulama sepakat bahwa orang yang makanan makanan penghasil bau dilarang mendekati masjid, atau harus semaksimal mungkin menghilangkan aroma bau tersebut sebelum ke masjid. Makanan tersebut contohnya seperti petai, jengkol, durian dan makanan penghasil bau mengganggu lainnya. 



Sumber : www.infoyunik.com

Saturday, February 6, 2016

Bukan Membanggakan Daerahnya, Polisi Ini Malah Merusak Citra Kota Cirebon Sehingga Dijuluki 'Kota Tilang


Tahukah Anda – Polisi merupakan aparatur negara yang bertugas menjaga keamanan didalam negeri, menertibkan lalu lintas dan memberikan perlindungan serta rasa nyaman kepada masyarakat. Tapi bagaimana jika tugas tersebut disalah gunakan oleh oknum-oknum tertentu untuk mendapat keuntungan pribadi ?



Wakil Ketua Komisi III DPR Mulfachri Harahap menanggapi soal julukan Cirebon sebagai kota tilang. Dia menduga banyak aparat yang melindungi proses penilangan yang konyol dan mencari-cari kesalahan. 

"Susah ya. Misalnya karena mental aparatnya buruk, kan harus tahu. Atau memang atasannya bagian dari itu semua. Kalau komandan wilayah bagian dari itu susah juga," kata Mulfachri saat dihubungi merdeka.com, Jumat (5/2). 

"Saya baru dengar kasus seperti ini. Ada semacam pemahaman bersama dari polisi lalu lintas untuk menerapkan hukum secara ketat di jalan," tambahnya.

Menurut politikus PAN itu, harusnya dengan sigap atasan dari para polisi lalu lintas melakukan evaluasi. "Harusnya pihak yang paling bertanggung jawab di wilayah itu membuat semacam assesment terhadap kinerja anggotanya," tuturnya. 

Namun dia mendukung jika kepolisian menilang para pengendara sesuai mekanisme peraturan. Menurutnya, jangan sampai ada damai di jalan. 

"Kalau dimaksudkan untuk tujuan tertentu saya kira harus dikoreksi. Kalau tilang itu itu kan resmi, ada suratnya, prosesnya dibawa ke pengadilan, kemudian pengadilan memutuskan sanksi. Itu masih on the track. Yang jadi problem diberhentikan lalu damai di jalan," pungkasnya.


Sumber : www.merdeka.com

SubhannAllah, Jin Pun Ikut Mengkhatamkan Al-Qur’an Tiap Jumat



Tahukah Anda - Jujur saja, mungkin sebagian di antara kita masih ada yang belum pernah khatam Al Qur’an. padahal, jin pun ikut mengkhatamkan Al-Qur’an tiap Jumat. Tidak percaya? Simak artikel di bawah ini untuk mengetahuinya lebih lanjut, mungkin saja ini bisa mengubah pandangan dan kebiasaan kita.



Ada beberapa orang yang melihat tebalnya Al Qur’an, sudah merasa malas sendiri untuk membaca dan mengkajinya. Banyak alasan yang dilontarkan untuk menghindari proses khataman tersebut, seperti kesibukan yang sangat tinggi, lingkungan yang tidak mendukung, terlalu lelah, dan lain sebagainya. Padahal, banyak keutamaan mengkhatamkan Al-Qur’an. Bayangkan saja, apakah kita sampai saat ini masih bisa mendapat rezeki jika Allah SWT mengaku terlalu sibuk? Jika Allah letih, apakah Dia Yang Maha Penyayang akan berhenti memperhatikan kita umat-Nya? Tentu tidak, mulai sekarang jadikanlah hal ini sebagai motivasi. Jangan jadikan cinta Allah Sang Pencipta bertepuk sebelah tangan, karena kita tak akan pernah tau apa yang bisa terjadi di akhirat saat kiamat kelak atau saat ajal kita menjemput. 


Ada sebuah riwayat hadits terkenal mengenai Abu Imran. Suatu saat, beliau mendatangi masjid Al Hasan Al Hafri di waktu pagi belum datang, tepatnya saat hari masih subuh. Pintu masjid itu memang tertutup, tapi beliau bisa mendengar suara Al Hasan di dalam dan seluruh orang lainnya di dalam mengamini doa beliau secara bersama-sama. Mengetahui hal ini, Abu Imran pun menunggu selama beberapa saat lagi di depan masjid. Sampai pada saat doa Al Hasan ini berhenti lalu beliau pun mengumandangkan azan ke seluruh penjuru. 


Saat sudah selesai, Al Hasan membuka pintu masjid dan melihat kesempatan tersebut masuklah Abu Imran ke dalam masjid. Betapa terkejutnya Abu Imran, pasalnya di dalam masjid sangat sepi dari manusia atau suara apapun yang ia dengar barusan saat menunggu di depan masjid. Didorong oleh rasa penasaran, ia bertanya kepada Al Hasan mengenai perihal yang terjadi. Al Hasan dengan lembut menjawab bahwa yang Abu Imran dengar tadi merupakan para Jin yang menduduki An Nushibin. Setiap malam Jumat, para Jin ini mengikuti Al Hasan untuk khatam Al Qur’an dalam satu malam. Tentu saja mendengar hal ini, Abu Imran terperangah sejadi-jadinya. Pasalnya, banyak manusia yang ia kenal belum mengkhatamkan Al Qur’an. Apakah pantas Jin lebih memiliki niat mulia dibandingkan manusia, apalagi yang mengaku Muslim?


Sesungguhnya, banyak manfaat yang bisa diperoleh dari mengkhatamkan Al Qur’an. Karenanya perihal khataman dan melalaikan Al Qur’an tak pernah berhenti dikumandangkan dan diberitakan kepada umat Muslim. Untungnya yang pertama adalah bisa menjadi syafaat bagi kita sang pembaca di hari kiamat kelak. Kita juga bisa mendapat rahmat, sakinah, dikelilingi oleh malaikat Allah, bahkan dipuji oleh Allah di hadapan makhluk-Nya yang lain di surga. 


Bukan hanya itu, kita manusia juga bisa mendapat predikat insan terbaik. Derajat kita juga akan meninggi di hadapan Allah Yang Maha Esa. Yang mahir membaca Al Qur’an ini kelak mendapat pahala berupa ditemani malaikat di akhirat nantinya. Tentu malaikatnya pun adalah malaikat terpilih bagi Allah Sang Pengasih. Bahkan, yang belum lancar saja asal sudah khatam akan mendapat pahala dua kali lipat. Tak bisa dipungkiri bahwa keuntungan ini merupakan tujuan seluruh umat Muslim. Tunggu apa lagi, jangan mau kalah karena jin pun ikut mengkhatamkan Al Qur’an tiap malam Jumat.



Sumber : www.kumpulanmisteri.com

Wanita Harus Tahu, Hukum Jambul Rambut Dalam Islam


Tahukah Anda - Rambut merupakan mahkota setiap wanita dan banyak gaya rambut yang dapat dibuat seperti model jambul, lalu bagaimana hukum jambul rambut bagi kaum wanita? Jambul merupakan salah satu trend gaya rambut yang banyak ditiru oleh hampir semua orang khususnya kaum wanita yang selalu ingin tampil cantik.



Bagaimana hukum memakai jambul rambut dalam Islam? Jambul rambut merupakan model rambut yang berada di atas dahi dan dipintal beberapa helai kemudian dibiarkan menjulur ke depan sehingga manutupi dahi. Trend jambul ternyata tidak hanya sebatas itu saja, saat ini banyak sekali model jambul rambut yang telah berkembang seiring dengan berkembangnya trend gaya rambut dunia. Salah satu jenis jambul yang sangat populer adalah jambul khatulistiwa yang telah berhasil diciptakan oleh penyanyi papan atas Indonesia yang penuh fenomenal yaitu Syahrini. Model jambul ini semakin berkembang hingga menjadi jambul terowongan Casablanca.

Jika dilihat dari pandangan Islam, bagaimana hukum memiliki jambul rambut bagi wanita? Jika tujuan memakai jambul rambut untuk menyerupai suatu kaum maka haram bagi wanita untuk memilikinya. Hal ini sesuai dengan hadits Nabi yang menjelaskan bahwa seorang muslim yang meniru-niru suatu kaum yaitu kaum non muslim baik itu dari segi pakaian, dandanan maupun tingkah laku maka hukumnya adalah haram.

Namun jika seorang muslim memelihara jambul rambut hanya sekedar untuk mengikuti model yang lagi ngetrend di kalangan para wanita dan tidak menjadikan kemudharatan bagi mereka maka hal itu diperbolehkan karena masih termasuk dalam perhiasan untuk mempercantik diri di depan suami dan dapat menaikkan rasa percaya diri.

Setiap wanita muslimah diwajibkan untuk menutup aurat yang dimilikinya dari ujung rambut hingga kaki kecuali telapak tangan dan wajah. Jadi sudah seharusnya wanita menutup rambutnya dengan hijab yang sesuai dengan tuntunan syar’i untuk melindungi mereka dari hal-hal yang buruk. Memiliki jambul rambut diperbolehkan bagi setiap wanita jika tujuannya untuk mempercantik diri di depan suami bukan untuk mempercantik di depan orang lain karena jambul rambut merupakan salah satu aurat yang harus ditutupi kecuali dihadapan mukhrimnya seperti dihadapan suami.

Namun memiliki jambul rambut tidak diperbolehkan secara berlebihan karena hal itu merupakan salah satu sifat bermewah-mewahan, jadi cara memakai jambul rambut harus sederhana sesuai dengan kebutuhan saja. Seorang wanita yang memiliki jambul secara berlebihan akan cenderung menghabiskan waktunya untuk merawat jambul rambutnya tersebut sehingga dia memiliki waktu yang terbuang sia-sia. Hal ini yang tidak diperbolehkan oleh ajaran Islam karena sifat berlebih-lebihan mampu merusak keimanan seseorang.

Akan lebih baik jika seorang wanita muslimah menutup rambutnya dengan jilbab syar’i untuk menyembunyikan kecantikan rambutnya dari mata-mata jahat karena sesungguhnya perhiasan seorang wanita seperti rambut merupakan hak seorang suami saja untuk melihatnya.

Dalam hadits Nabi yang telah diriwayatkan oleh Nasa’i dan Abu Dawud telah dijelaskan bahwa Rosulullah melarang untuk menyisir rambut kecuali untuk kepentingan ghibban. Dari hadits ini dapat diambil pelajaran bahwa seseorang tidaklah menghabiskan waktunya untuk menyisir rambut secara berlebihan seperti membuat jambul rambut yang membutuhkan waktu lama untuk menatanya karena hal itu dapat membuang-buang waktu dengan sia-sia.

Jadi memiliki jambul rambut masih diperbolehkan selama hal itu tidak bertujuan untuk meniru suatu kaum non muslim dan tidak dilakukan secara berlebihan karena sesuatu yang berlebihan merupakan salah satu dari ciri-ciri bermewah-mewahan.

Demikian informasi seputar hukum jambul rambut bagi kaum wanita yang saat ini sangat populer dikalangan wanita untuk meningkatkan kecantikan dan rasa percaya diri.



sumber : www.kumpulanmisteri.com

Negara Ini Bangun Jembatan Kaca Terpanjang dan Tertinggi Dunia


Tahukah Anda – jembatan merupakan salah satu sarana transportasi penyebrangan. Jembatan biasanya dibuat sebagai penghubung antara satu wilayah dengan wilayah yang lain karena terpisah oleh perairan baik itu laut, sungai, ataupun danau. Kebanyakan jembatan terbuat dari besi baja sebagai bahan dasarnya, nah bagaimana jika jembatan tersebut terbuat dari kaca ?



Jika Anda memiliki phobia terhadap ketinggian, sebaiknya jangan coba melintasi jembatan yang satu ini. Menjulang di atas ketinggian 300 meter, jembatan ini digadang-gadang bakal menjadi jembatan kaca tertinggi dan terpanjang di dunia.

Tentu bisa Anda bayangkan sensasi tegang yang dirasakan saat melintasi jembatan. Jembatan ini terbentang di Zhangjiajie Grand Canyon, Provinsi Hunan, China.

Jembatan Zhangjiajie ini masih dalam proses pembangunan dan belum seratus persen selesai. Namun kemunculannya sudah banyak menyita perhatian masyarakat dunia. Terbukti ketika beberapa waktu lalu foto-foto jembatan dirilis, sudah banyak orang yang terkagum-kagum dan penasaran ingin mengunjunginya. Jembatan kaca Zhangjiajie dibangun dengan panjang 430 m dan tinggi 300 meter di atas ngarai. Alas jembatan sengaja dibuat dari panel kaca dengan ketebalan hingga 5 cm.

Pihak pengembang menargetkan jembatan ini sudah bisa beroperasi bulan Mei 2016 mendatang dan akan mampu menampung hingga 800 orang pada satu waktu.

Rencananya, jembatan ini akan digunakan sebagai arena catwalk fashion show dan menjadi tempat permainan bungee jumping tertinggi di dunia. Sebelumnya, China juga pernah membuat jembatan kaca yang diklaim sebagai yang terpanjang di wilayah Yuntai pada Oktober 2015 lalu. Namun jembatan tersebut retak dan sempat menuai kepanikan pengunjung. Dari peristiwa itu, pihak pengembang banyak mengambil pelajaran sehingga bisa menciptakan konstruksi jembatan yang lebih baik.





(Sumber: Roughguides.com)

Bunga 'Ajaib' Ini Mengeluarkan Batang Setinggi 4 Meter


Tahukah Anda – Sebuah fenomena nan unik serta langka muncul di Pati, Jawa Tengah. Di kabupaten dekat Kota Semarang itu muncul bunga yang oleh pemilik dan masyarakat setempat disebut sebagai 'bunga ajaib'. Bagaimana tidak. Dari tengah-tengah bunga tersebut muncul batang yang terus tumbuh hingga sepanjang 11 meter.



Sang pemilik, Suwaji, mengaku tidak tahu pasti mengenai nama tanaman tersebut. Namun, dia bisa menceritakan kenapa tanaman unik itu bisa sampai dinamakan demikian. Suwaji menuturkan, sekitar 2005 yang lalu di desa Genengmulyo, Kecamatan Juwana, Kabupaten Pati, terdapat tanaman serupa dengan bunga yang menawan. 

Banyak masyarakat dari berbagai daerah yang berdatangan untuk sekedar melihat tanaman itu dan bahkan ada yang menginginkan bunganya untuk diracik sebagai obat.

"Ketika itu tanaman ini sempat ramai dibicarakan oleh masyarakat sekitar Pati, sehingga masyarakat menamainya dengan nama bunga ajaib," kata Suwaji dalam keterangan yang diterima VIVA.co.id, Jumat, 5 Februari 2016.

Suwaji mengatakan, saat itu ia bermaksud menjemput anak pertamanya dari Pondok Pesantren Raudlatul Ulum Guyangan Trangkil Pati. Sembari menjemput sang putri, ia menyempatkan diri mendatangi dan melihat ‘bunga ajaib’ tersebut.

Saat di lokasi, tanpa berpikir macam-macam, Suwaji mengambil salah satu bunga yang jatuh ke tanah. Kejadian itu berlangsung sekitar akhir tahun 2005. Setelah itu, Suwaji iseng menanam bunga yang jatuh ke tanah tersebut di depan rumahnya, yaitu di dukuh Tempel, Desa Sumbermulyo, Kecamatan Tlogowungu, Kabupaten Pati. Bunga itu ditanam dalam sebuah pot kecil berdiameter 25 cm kemudian dijajarkan dengan bunga-bunga lain yang sudah tumbuh.

"Hari demi hari dengan tanpa disadari bunga tersebut tumbuh, karena pada saat itu adalah musim penghujan, saya sengaja tidak menyiram bunga yang ditanam tersebut," kata Suwaji. Tapi yang terjadi selanjutnya, bunga semakin tumbuh dan membesar. Bulan demi bulan, tahun demi tahun, bunga itu dibiarkan saja tumbuh dengan sendirinya tanpa pernah disirami sekalipun.

"Tanaman ini pun tumbuh tanpa mengeluarkan bunga sama sekali," ujar Suwaji.

Yang mengejutkan, lanjut dia, dalam kondisi cuaca kemarau panjang pun, ketika banyak tanaman yang mulai layu dan berguguran, tanaman itu tanpa disiram air sekalipun tetap tumbuh. Tanaman memang tetap dibiarkan untuk tumbuh olehnya.

"Tanggal 1 Januari 2016 bunga mulai mengeluarkan tangkai tepat hari Senin, 4 Januari 2016. Saya terkejut melihat bunga ajaib di depan rumah itu telah mengeluarkan batang tepat di tengah-tengahnya dengan tinggi batang sekitar 1 meter," tuturnya.

Menantu Suwaji, Mustain, memaparkan bahwa pada sore hari tanggal 1 Januari 2016, bunga itu mulai mengeluarkan batang. Meskipun melihat tunas baru di tengah-tengah bunga tersebut yang mulai tumbuh, tapi dia tak begitu menghiraukan.

"Yang menjadi perhatian adalah pada tanggal 4 Januari 2016, Bapak Suwaji menyaksikan sendiri bunga tersebut mengeluarkan tangkai dengan panjang yang sudah 1 meter," kata Tain, sapaan akrab Mustain.

Dari waktu ke waktu, bunga yang ditanam tersebut ternyata tumbuh, semakin besar dan tinggi. Pada 10 Januari 2016, tinggi bunga sudah sekitar 2,5 meter. Tain mencatat, pada 17 Januari 2016, tinggi bunga sudah sekitar 4 meter. Lalu, 24 Januari 2016 bunga sudah mengeluarkan tangkainya.

Kemudian, pada 31 Januari 2016, sudah mengeluarkan benih benih 'bunga ajaib'. Dan 5 Februari 2016 bunga sudah kelihatan menawan dan mulai mekar.


Sumber : www.viva.co.id

Thursday, February 4, 2016

Bantu share sahabat : Ini Balasan Orang yang Tidak Meyakini Akhirat


Tahukah Anda - Para pembaca yang dimulaikan Allah, kita ketahui bahwa dunia merupakan tempat persinggahan sementara bagi manusia. Di dunia inilah manusia diberikan waktu untuk memilih menjadi orang yang bertakwa atau orang yang ingkar. Sementara itu, akhirat adalah suatu tempat pembalasan sesuai amal yang dilakukan manusia di dunia.


Melakukan segala kebaikan agar nantinya bisa mendapatkan kebahagiaan sejati menjadi penghuni surga di akhirat kelak. Adapun balasan bagi mereka yang lalai saat di dunia yakni siksa yang amat pedit dan menyakitkan di dalam nereka. 




Ternyata masih saja ada orang yang tidak meyakini adanya akhirat. Itu berarti orang tersebut tidak meyakini pertemuan dengan Allah SWT untuk mempertanggungjaawabkan amal perbuatannya sewaktu dunia. Lalu apa balasan bagi orang demikian dalam pandangan Islam? Berikut informasinya. 

Balasan bagi orang yang tidak meyakini pertemuan dengan Allah SWT adalah Allah akan melupakan orang tersebut sebagaimana orang itu melupakan Allah. Kekayaan dan kejayaan seorang hamba saat di dunia ternyata berpengaruh terhadap pola pikirnya mengenai akhirat. Terlebih lagi apabila mereka memiliki iman yang sangat standart dan tidak terus memupuknya. 

Sebagian dari mereka gila harta dan hanya hartalah yang ada dipikirannya. Karena gila harta tersebutlah yang kemudian membuat mereka melupakan Allah dan menganggap bahwa kehidupan di dunia ini adalah kehidupan yang abadi dan akhirat itu semu. 



Hasilnya, ketika mereka diperingati adanya pertemuan dengan Allah maka mereka pun mengingkarinya dengan kesombongan yang memuncak. Kepada hamba yang berprilaku demikian ini Allah Ta’ala berfirman:

“Bukankah Aku telah menjadikan pendengaran, penglihatan, harta, dan anak bagimu?”

Firman-Nya lagi, “Bukankah Aku juga telah menundukkan hewan ternak dan sawah ladang untukkmu?”

“Bukankah,” lanjut Allah Ta’ala, “kamu Kubiarkan mempimpin dan mengambil seperempat (harta rampasan perang)?”

Pungkas Allah Ta’ala berfirman, “Adakah dahulu kamu mengira akan bertemu dengan-Ku hari ini?”

“Tidak,” jawan si hamba lugas.

“Pada hari ini, kamu Kulupakan sebagaimana dahulu kamu melupakan-Ku,” firman Allah Ta’ala mengakhiri. Imam at-Tirmidzi menilai hadits ini shahih dengan nomor 2428.


Baca Juga:


Manusia memang merupakan makhluk ciptaan Allah SWT yang paling sering ingkar. Padahal mereka dianugerahi akal dan berpeluang menjadi makhluk yang mulia dengan iman dan takwa. Namun, bujuk rayu syetan dan bisikan hawa nafsu terkadang mampu menjerumuskan mereka ke lembah neraka yang amat pedih siksaannya. 

Itulah tadi tulisan mengenai balasan yang akan diperoleh bagi orang yang tidak mempercayai pertemuan dengan Allah SWT. Maka hanya orang yang berimanlah yang meyakini pertemua dengan Allah dan mempersiapkan diri dengan segala amal kebaikan. Semoga kita tergolong hamba-hamba yang demikian. Aamiin ya rabbal alamin.. jangan lupa bagikan kepada yang lain.


Sumber:renungan.co.id